Resensi – Kesan yang Tertinggal Setelah Membaca London: Angel

03

London: Angel

penulis Windry Ramadhina

330 halaman, Young Adult/ Romance

Dipublikasikan oleh Gagas Media, 2013

Kesan pertama:
Tak perlu kujelaskan bagian-bagian mencengangkan sekaligus mengagumkan dari buku ini, bukan?

Hei.. Ini Windry Ramadhina, teman. Tak akan kau temukan kisah cinta yang sesempurna kisah surgawi di buku miliknya (sejauh aku membaca karya-karyanya). Sebagai gantinya, kau akan mendapatkan kisah yang manusiawi, yang—–terasa——nyata, yang selayaknya terjadi di dunia kita. Mbak Windry, begitu biasanya aku menyapanya, selalu konsisten dengan tidak membuat kisah utuh menjadi membosankan dengan melulu berbumbu cinta yang memabukkan.

Banyak bagian di buku ini yang patut mendapat perhatian lebih, tetapi aku sudah memilih satu. Soneta 17. Mbak Windry mengenalkanku pada satu karya populer Pablo Neruda itu. Hasil terjemahan berbahasa Inggris dari keempat belas baris yang aslinya berbahasa Spanyol itu membuatku ternganga. Ah, mungkin akan kucuri ilmu dari Mr. John Lowesley dan Hyde ini untuk kisah pribadiku nanti——entah kapan.

London ini begitu kaya, perjalanan seminggu Gilang demi mengejar Ning benar-benar menyenangkan. Penantian panjangku dan juga penikmat karya Mbak Windry lainnya sudah barang tentu terbayar. Senyum puas mengembang di wajah meski kisah ini berakhir tidak seperti kebanyakan kisah lainnya.

Selamat, untuk Mbak Windry, sekali lagi aku berjodoh dengan karyanya. Semoga, kau juga, teman. šŸ™‚

Kesan kedua:
Sendu lagi… Entah, mungkin akan selalu begini tiap kali kutuntaskan membaca karya Mbak Windry. Aku mencandu sendu yang sama. Membuatku mengharuskan diri untuk membaya masing-masing karyanya paling tidak dua kali..

Juga aku ketagihan rasa ‘penuh’ tiap kali menutup lembar terakhir. Aku belajar banyak dalam setiap perjumpaan dengan karya-karya Mbak Windry. Ah, begitu mabuk kepayang kah aku, sampai-sampai sangat memuja penulis yang satu ini?

Kesan ketiga:
Masih sendu…

Kesan keempat:

Entah, rasanya masih sama. Sendu dan cenderung murung.

Kesan-kesan berikutnya segera menyusul šŸ™‚

*telah di-puplish di akun Goodreads pribadiku, tetapi karena satu dan lain hal kuputuskan untuk republish di blog ini*

Iklan