Resensi – Terkadang Bonus Track Lebih Baik daripada Keseluruhan Album

B1MsSi9CUAAA6F7Judul: Bonus Track

Penulis: Koshigaya Osamu

Genre: komedi, fantasi

Bahasa asli: Jepang

Penerjemah: Andry Setiawan

Penerbit: Haru

Terbit: Oktober 2014

Tebal: 372 Halaman

Cara dapat: paket reviewer dari penerbit

Harga normal: Rp65.000,00

Aku sendiri pun terkejut.
Aku tidak pernah berpikirakan menjadi hantu dan gentayangan.
Kusano Tetsuya, bekerja di sebuah restoran hamburger besar di kotanya. Suatu malam, saat ia pulang kerja sambil mengemudi mobilnya, ia menjadi saksi tabrak lari. Sebuah mobil sport hitam melaju dengan kencang, meninggalkan seorang pemuda bertubuh kecil tergeletak di jalanan di tengah hujan.
Kusano mencoba untuk menolong pemuda itu, bahkan sampai memberikan napas buatan. Namun semua sudah terlambat. Semalam suntuk ia harus memberikan pernyataan di kantor polisi. Gara-gara itu, Kusano demam tinggi dan bahkan berhalusinasi. Pemuda korban tabrak lari itu muncul di kamarnya, tidur-tiduran di atas sofanya, dan bahkan berbuat usil!
Tapi, apa itu benar-benar hanya halusinasi? Halusinasi itu sendiri mengaku kalau ia adalah hantu…
Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan dengan keseluruhan album.
 

Bonus Track berkisah tentang hidup setelah mati seorang korban tabrak lari dan satu-satunya saksi dari kejadian nahas itu. Yokoi Ryota, si hantu gentayangan yang usil, merasa jika mengikuti Kusano Tetsuya adalah satu-satunya hal yang bisa ia lakukan setelah kejadian yang merenggut nyawanya. Bukan karena arwahnya penasaran atau bagaimana, tapi secara harfiah ia benar-benar tidak tahu apa yang seharusnya ia lakukan setelah kematiannya. Ia mengikuti Kusano kemanapun lelaki itu pergi. Lucunya, saat akhirnya Kusano menyadari keberadaan Ryota (setelah kejadian, ia hanya bisa mendengar suara dari si pemuda hantu), lelaki itu justru menganggap Ryota hanyalah halusinasi yang muncul akibat demam tingginya. Apa yang seharusnya terjadi pada Ryota? Apa pula yang sebaiknya Kusano lakukan agar hantu yang ia anggap ‘halusinasinya’ itu segera enyah seperti permintaan salah seorang rekan kerjanya, Minami, yang dapat melihat hantu? Ah, sebaiknya cukup sekian spoiler kuberikan. Gantung? Sengaja. PHP? Biarin. Resensi ini kan tujuannya memang buat meninggalkan efek penasaran seperti gebetan yang mendadak menghilang setelah satu minggu rutin berbalas pesan. *uhuuuuk!!*

Kembali lagi ke Bonus Track, banyak kelucuan yang menggelitik dimunculkan oleh penulis melalui celetukan asal si hantu Ryota pada segala hal. Mulai dari pengakuan jujurnya pada Kusano jika tujuannya meninggalkan apartemen di tengah malam pada saat kejadian tabrakan itu adalah untuk menyewa video porno *duh, spoiler lagi ini!* sampai debat kocak yang terjadi di antara Ryota, Kusano, Minami, ketika mereka berpatroli selepas jam kerja untuk mencari mobil sport hitam dengan dentuman musik norak Ultra-sesuatu-Remix yang menabrak Ryota. Sudut pandang setiap bab pun diceritakan bergantian, sudut pandang orang ketiga untuk cerita dari sisi Kusano sementara dari sisi Ryota dinarasikan sendiri oleh dirinya. Jadi, jangan khawatir akan menemukan kisah yang membuat pembaca merinding ketakutan─mengingat tokoh utamanya hantu, karena Ryota sama sekali tidak menyeramkan. Justru pembaca akan dibuat sebal dan terkekeh-kekeh sendiri karena tingkah dan berbagai komentar Ryota yang cerewet. Kalau tidak salah ingat, Ryota sendiri bahkan enggan bersedih untuk kematiannya yang tragis, meski sebenarnya ia menyayangkan karena harus meninggalkan dunia terlalu cepat.

Banyak kelebihan yang dihadirkan dari karya Koshigaya Osamu ini. Di antaranya humor segar yang hadir tanpa kesan dipaksakan, ketelitian penulis tampak melalui plot yang terjalin rapi dan hal-hal yang semula terlihat tidak penting untuk dijelaskan ternyata memiliki kaitan dengan apa yang akan terjadi pada babak cerita berikutnya, terjemahan yang baik dan tidak membuat bingung *Thumbs up buat Mas Andry*, pesan tentang pentingnya loyalitas dan kerjasama tim dalam pekerjaan, juga tentang memanfaatkan waktu sebaik mungkin selagi masih diberi kesempatan untuk hidup. *tuh!* Dan, untuk kekurangan─meski sebetulnya tidak cukup layak disebut kekurangan─terletak pada ketidak-konsistenan penyebutan usia Ryota, terkadang sembilan belas, terkadang dua puluh tahun. Juga bab-bab awal yang terkesan membosankan dan bertele-tele meski tujuan sebenarnya untuk menggambarkan hidup Kusano yang membosankan sebagai manajer di sebuah restoran hamburger cepat saji dan masa-masa membosankan yang dijalani Ryota sewaktu masih hidup (yang diibaratkan oleh dirinya sendiri sebagai keseluruhan album, sementara ke’hidup’an setelah matinya ialah bonus track). Sayang sekali kan kalau pembaca yang bermental lemah merasa bosan terlebih dahulu dan memutuskan meletakkan Bonus Track sebelum sempat ia menyentuh kisah seru yang terjadi setelah bab-bab awal itu.

Secara keseluruhan novel yang mendapat akumulasi 3.40 bintang di Goodreads ini memang bacaan yang bagus, dapat dipahami jika novel ini pernah memenangi Penghargaan Khusus dalam ajang Japan Fantasy Novel Award tahun 2004 silam. Tidak heran jika perjalanan mengantar Ryota untuk menemukan ‘cahaya’ ini meninggalkan kesan hangat setelah habis dibaca. Buktikan sendiri kalau tidak percaya. 😉

oleh Oktabri Erwandra

Lihat karya Koshigaya Osamu lainnya.

Iklan