Terus Bergegas, Tetap Juara, Gagasmedia!

Melalui segmentasi buku popular, GagasMedia terus menggagas berbagai gagasan-gagasan baru yang sering kali menjadi tren perbukuan di Indonesia. Sebut saja serial GagasDuet, Setiap Tempat Punya Cerita 1 dan 2, 7 Deadly Sins, Love Cycle, dan yang terkini Indonesiana. Lebih dari itu, GagasMedia selalu merangkul pembaca setianya melalui berbagai event, terutama dalam menyambut hari jadinya di setiap tahun. Untuk ulang tahunnya yang ke-12 kini, GagasMedia mengajak para pembaca terutama para bloggers untuk berpartisipasi dalam perayaan #TerusBergegas.

Sebagai salah satu pembaca setianya, aku tentu saja tak mau ketinggalan untuk berpartisipasi dalam event kali ini. Maka dari itu, dengan kesadaran penuh aku menjawab satu demi satu setiap pertanyaan yang disyaratkan oleh GagasMedia berikut:

  1. Sebutkan 12 buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!

Banyak buku yang meninggalkan kesan memdalam setiap usai membacanya. Entah itu jalan cerita dan perjuangan si tokoh utamanya yang menggugah, amanat yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita yang disuguhkan, hingga quote-quote yang menyenangkan untuk dikutip dan dihayati dalam kehidupan sehari-hari atau sekadar dibagikan ke media sosial.

Tanpa perlu bersusah payah berdebat dengan diri sendiri, beberapa buku terus bertahan dalam list buku-buku yang paling berkesan setelah kubaca, beberapa bahkan masih menjadi favorit dan selalu kubaca ulang setiap ada kesempatan. Berikut ini daftarnya dalam susunan acak:

CJAaMCHUsAAooQe

dokumentasi pribadi. kurang Unforgettable, masih dipinjam :3

  • Memori – Windry Ramadhina
  • Unforgettable – Winna Efendi
  • Supernova: Petir – Dee Lestari
  • Saman – Ayu Utami
  • Walking After You – Windry Ramadhina
  • Antologi Rasa – Ika Natassa
  • Autumn in Paris – Ilana Tan
  • Happily Ever After – Winna Efendi
  • London: Angel – Windry Ramadhina
  • Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas – Eka Kurniawan
  • Joker; Ada Lelucon di Setiap Duka — Valiant Budi Yogi
  • Beautiful Liar Dyah Rinni
  1. Buku apa yang pernah membuatmu menangis?

Jujur saja, aku pernah beberapa kali nyaris menangis saat membaca novel, tetapi yang benar-benar kuingat adalah saat aku dibuat tersedu-sedu (meski tidak sehebat saat aku menangisi ending film Miracle in Cell No.7) saat membaca Autumn in Paris karya Ilana Tan. Cengeng? Terserah, silakan saja jika ingin memaki. Namun, kurasa banyak yang akan setuju jika kukatakan akhir kisah yang tragis dalam novel ini sungguh mengiris-iris perasaan. Sejauh ini belum ada novel lain yang mampu mengungguli ketragisan ending-nya, menurutku.

  1. Apa quote dari buku yang kamu ingat dan menginspirasi?

“…Alam semesta ini punya rahasianya sendiri. Yang perlu kita lakukan adalah percaya pada rencana-rencana di baliknya.” ­­­­­­­­ — Happily Ever After – Winna Efendi

Kenapa aku memilih quote di atas? Karena aku percaya, Tuhan sebagai pemilik semesta ini mahabaik, maka menjaga kebaikannya (salah satunya di antaranya, alam semesta) sama seperti kamu menjaga ‘baiknya’ dirimu sendiri dan rencana-rencananya atas dirimu, berlaku pula sebaliknya. Sejalan dengan kalimat what goes around, comes back around, apa yang kau perbuat, akan berbalik padamu di kemudian hari.

  1. Siapakah tokoh di dalam buku yang ingin kamu pacari? Hayo, berikan alasan kenapa kamu cocok jadi pasangannya. Hehehe.

Anise!!! Jujur saja, secara kepribadian aku memiliki banyak kemiripan dengan Arlet, pemalu dan pasif, karena itulah aku menginginkan pasangan seperti An yang tak malu menunjukkan apa yang dirasakannya walaupun dia perempuan, sangat passionate, tapi rela mengorbankan mimpinya sendiri demi memenuhi mimpi Arlet (meski yang dilakukannya itu bukan hal yang benar). Ditambah lagi aku benar-benar menyukai perempuan yang gemar memasak dan sebenarnya ini rahasia, ya, aku penasaran bagaimana rasanya pacaran dengan perempuan yang lebih tua dua-tiga tahun dari usiaku sendiri. Ehehehehe.

Omong-omong, Anise/An dan Arlet yang kubahas di sini bisa ditemui di Walking After You-nya Windry Ramadhina.

  1. Ceritakan ending novel yang berkesan dan tak akan kamu lupakan!

Di soal yang kedua telah kujelaskan jika sejauh ini belum ada yang mampu mengungguli akhir cerita tragis milik Autumn in Paris milik Ilana Tan, tetapi aku membuat pengecualian untuk menjawab soal yang satu ini. Jika ending tragis Autumn in Paris adalah juaranya, maka untuk akhir kisah yang bittersweet alias manis-manis kecut aku memilih Happily Ever After yang ditulis oleh Winna Efendi sebagai ending novel yang berkesan dan tak akan aku lupakan.

Kenapa? Meski akhir cerita yang disajikan masih terlalu manis untuk jadi nyata karena dua orang yang kritis di sana hanya meninggal salah satunya saja (duh, spoiler!), tetapi aku menyukai karena sesuai dengan judul utamanya, epilog yang diberi tajuk AND SO THEY LIVE HAPPILY EVER AFTER: MENCIPTAKAN AKHIR BAHAGIA benar-benar memuaskan. Di sana, secara tidak langsung Lulu berpesan pada pembaca jika kisah berakhir bahagia seperti dalam dongeng itu harus diciptakan sendiri, tidak datang begitu saja.

  1. Buku pertama GagasMedia yang kamu baca, dan kenapa memilih itu?

04Meski bukan benar-benar yang pertama, karena kalau tidak salah mengingat, aku pernah membaca buku yang lain dari GagasMedia sebelumnya, tetapi Infinitely Yours yang ditulis oleh Orizuka benar-benar membuatku ingin mengenal GagasMedia lebih banyak melalui karya-karya yang diterbitkan olehnya. Dan melalui novel ini pula aku mulai bermimpi untuk berkarya dan menerbitkannya di penerbit yang sama suatu hari nanti~

  1. Dari sekian banyak buku yang kamu punya, apa judul yang menurutmu menarik, kenapa?

03Aku memilih London: Angel karya Windry Ramadhina (pssst, tahu kan kalau novel ini tengah digarap untuk diangkat ke layar lebar?) karena judulnya amat sangat pas. LONDON karena sebagian besar cerita terjadi di ibu kota Inggris itu mengingat novel ini adalah bagian dari seri Setiap Tempat Punya Cerita dan ANGEL sebagai akronim dari lima tokoh yang diceritakan di novel ini. A untuk Ayu si jutek yang berkeliling toko buku di London untuk mencari buku langka cetakan pertama, N untuk Ning kurator cantik sahabat baik Gilang yang bekerja di Tate Modern, G untuk Gilang si tokoh utama yang melankolis dan menguras tabungan ke London untuk menyatakan cinta pada sahabatnya sendiri, E untuk Ellis pemilik penginapan yang ketus dan tertutup, dan L untuk Lowesley si kaku yang memendam perasaan pada sahabatnya sejak lama yang mengingatkan Gilang pada dirinya.

  1. Sekarang, lihat rak bukumu… cover buku apa yang kamu suka, kenapa?

ini adalah poster film London, Angel yang tengah dalam proses pra-produksi. tahun depan sudah rilis lho.

Sekali lagi, aku memilih London: Angel–nya Windry Ramadhina. Bukan karena penulisnya adalah favoritku, tetapi murni karena sampulnya yang lagi-lagi mewakili keseluruhan isi buku. Anggun, elegan, dan sangat London dengan warna merahnya yang menyala.

  1. Tema cerita apa yang kamu sukai, kenapa?

Untuk saat ini aku menyukai cerita yang tidak hanya sekadar mengupas cinta dari berbagai sisi saja. Cinta yang dibumbui dengan pencarian jati diri serta dibumbui latar tempat yang menarik adalah yang tengah aku gemari. Namun, saat ini belum banyak yang mampu mengetengahkan hal ini dengan benar-benar baik, kebanyakan masih sekadar tempelan saja, masih terlalu banyak porsi untuk cinta-cintaannya yang makin lama makin begitu-begitu saja.

  1. Siapa penulis yang ingin kamu temui, kalau sudah bertemu, kamu mau apa?

gambar dari facebook-nya suami mbak windry. maaf ya mas dan mbak w, aku comot fotonya tanpa izin.

Tentu saja, Windry Ramadhina! Selain meminta tanda tangan beliau di seluruh koleksiku walau beberapa ada yang sudah ditandatangani dan foto bersama keluarga kecilnya yang bahagia (adik Balerina yang manis dan Suami), aku ingin mengobrol panjang tentang kepenulisan dan juga hal-hal di luar itu, salah satunya tentang rumah barunya yang bergaya shabby chic. (Oh, baiklah, apa aku terdengar seperti seorang stalker sekarang?)

  1. Lebih suka baca e-book (buku digital) atau buku cetak (kertas), kenapa?

1402272796285Cetak, selain karena alasan menyukai aroma buku yang baru dibebaskan dari plastiknya, sangat menyenangkan saat sampul-sampul buku yang memiliki warna senada dikumpulkan di barisan yang sama. Moodbooster yang luar biasa! Surga tersendiri bagi para bibliophile.

  1. Sebutkan 12 kata untuk GagasMedia menurutmu!

Unggul itu biasa, bertahan adalah luar biasa. Terus Bergegas, tetap juara, Gagasmedia!

SELAMAT ULANG TAHUN, GAGASMEDIA!

*gambar dari berbagai sumber

Iklan