[Blog Tour] Tiger on My Bed Giveaway!

FCYVGUHBJNKML,Setelah membaca Ask Author dan Review Tiger on My Bed di postingan sebelumnya, sekarang waktunya untuk giveaway! Ada satu novel Tiger on My Bed gratis untuk pengunjung Setopleskata yang akan dikirim langsung oleh Abang dan Twigora.

Persyaratan:

  1. Berdomisili di Indonesia
  2. Follow blog ini (kalau nggak tahu sila lihat di sudut kiri bawah deh!)
  3. Boleh follow akun twitter @twigora dan @09061983 kalau punya akun twitter (jangan minta followback ya! :p ) kalau mau follow akunku juga boleh hehe @0ktabri atau sukai halaman penerbit Twigora dan Abang Christian Simamora
  4. Share link postingan giveaway ini di sosial media yang kamu punya (Facebook, Twitter, g+, atau Instagram juga boleh), jangan lupa pakai hastag #TOMB

FGHJKLFGH

Baca baik-baik hint yang tersebar di Review dan Ask Author yang telah kuposting sebelumnya untuk menjawab ini. Pertanyaannya simpel aja, “Seandainya kamu adalah Tal, kalimat apa yang akan kamu katakan pada Rizal dan cewek selingkuhannya yang nggak sengaja kamu temui di sebuah toko perhiasan?”

Nggak sulit, kan? Sila berkhayal dan luapkan apa yang kamu rasakan di kolom komentar postingan ini. Giveaway berlangsung sampai tanggal 5 Februari 2016, pengumuman pemenang bisa dilihat di postingan ini paling lambat dua hari setelah hari terakhir. Semoga beruntung ya!

Update!

Maafkan karena aku terlambat memberikan pengumuman dari hari yang kujanjikan. Tetapi buat yang ikutan dan nggak sabar menunggu hasilnya, akan kujawab saat ini juga. Yang menang giveaway di Setopleskata dan mendapatkan satu novel Tiger on My Bed adalah…. Ay Chan! Bukan tanpa alasan aku memilihnya sebagai pemenang, selain karena jawabannya yang agak-agak pas dengan karakter Tal (meski sama sekali belum pernah membaca gimana Tal itu sebetulnya dalam #TOMB) yang cerdas dan ‘nakal’, aku suka idenya membalas dendam dengan cara yang menusuk, memporak porandakan hati Rizal habis-habisan nih ceritanya sampai mengaku-aku punya hubungan dengan ayahnya. Dahsyat! Hahaha. Jadi, untuk Ay Chan, kamu berhak satu Tiger on My Bed gratis dari Abang Christian Simamora dan Twigora. Selamat!!

Baca juga:

Ask Author with Christian Simamora

Review Tiger on My Bed

Iklan

18 pemikiran pada “[Blog Tour] Tiger on My Bed Giveaway!

  1. Nama: Rhena Indria
    @indriaHR
    Link share: https://mobile.twitter.com/indriaHR/status/695517821338398720?p=v

    Pertama-tama, gue bakalan nyapa dulu dia dan selingkuhannya. Terus bilang “Halo, kalian! Wah, nggak nyangka nih bisa ketemu disini. Zal, lagi nyari perhiasan ya? Bingung nggak milihnya? Bingung kan? Ngomong-ngomong, coba kalian ke toko perhiasan sebelah, lebih bagus-bagus juga, lho!” sambil ngedip ke arahnya dia
    “Eh iya lupa, kalau mau nyari yang bagus sih emang nggak ada abisnya. Perhiasan ini bisa aja lo bilang bagus, pas lo ke toko sebelah, gue yakin lo bakalan tertarik sama perhiasan disana. Hahaha. Kayaknya lo juga kayak gitu, ya? Udah punya yang cantik, tetep aja nyari yang lebih cantik. Sekarang, udah dapet yang cantik, pasti lo bakalan milih yang lebih-lebih cantik, kan? Emang ya, manusia gak ada puasnya.” Gue terus bakalan lirik ke selingkuhannya “Mbak, makanya jangan biarin dia ke toko perhiasan yang lain ya. Nanti kecantol lagi, deh. Bahaya kan? Dijaga baik-baik ya, takut nemu perhiasan yang lebih bagus, ntar yang sekarang dia jual lagi, eh kayaknya bakalan dia buang. Btw, gimana mbak wedding organizernya? Lancarkan?” sambil ketawa ke arah ceweknya. Terus gue ngedeket sambil ngebisik “Zal, yang ini lebih oke dari gue, ya? Tapi ntar lo bakalan nemu yang lebih oke dari dia kok. So, don’t be serious, ya! Eh tapi ati-ati juga ya, siapatau ntar kebalik, malah lo yang ditinggalin. Zal, hati-hati ya”

  2. Sebenernya males banget buat ketemu dua orang itu. Tapi, aku terlalu kerdil jika menghadapai hal begitu saja bisa membuatku down. Sakit memang -ku akui- jika mengingat apa yang mereka lakukan terhadapku. But enough, sad time has passed. Aku harus bisa nunjukkin ke-mereka that I’M FINE NOW.

    Tak ragu kuhampiri mereka. kuajak keduanya berjabat tangan.

    Aku : Eh, Lo Zal kirain siapa tadi. Apa kabar Lo? Sehat kan ya? (sambil senyum terbaik, ummh bisa dibilang senyum palsulah haha)
    Rizal : Emhh, iya sehat kok Tal, kamu sehat juga kan? (ragu-ragu dan salting karena merasa bersalah)
    Aku: Baguslah kalo gitu, gue juga sehat kok kaya Lo liat sekarang (sambil menunjukkan keadaan diri yang menurutku lebih cantik dan lebih seksi dari kemaren-kemaren *sombong)
    Oya, makasih ya. semua yang Lo lakuin buat gue sadar bahwa Tuhan itu pasti ngasih yang terbaik buat gue. And, its mean, U’RE NOT THE BEST.
    Langgeng ya kalian berdua. jangan sampe gagal lagi ni. Gak bosen apa nge-restart mulu (tersenyum sinis). Lo jangan nakal lagi Zal, kasian tu cewe Lo kalo mau jadi korban lagi. Ya kan Mba Ya? (sambil menatap tuh cewe).
    Gue duluan ya.

    Sebelum beranjak pergi, gue berbisik di telinga Rizal. “Maybe you should know that i was also have an affair with your dad.”

    Hihihi, entah apa yang ada dipikiran Rizal tentang perkataanku.
    Ya bisa dibilang itu adalah ide iseng yang muncul seketika.
    tenang sob, itu gak mungkin aku lakuin kok.
    Dan gue juga gak tau apa yang terjadi selanjutnya antara rizal dan ayahnya, rizal dan pacarnya, aku dan dia, aku dan ayahnya, ato aku dan selingkuhannya?

    salam Manis ^^

  3. Kalo situasi kayak gitu saya akan datengin mereka, terus menyapa Rizal dan selingkuhannya dengan senyuman termanis yang sama punya, lalu saya akan berkenalan dengan selingkuhannya, setelah itu saya akan merangkul Rizal, membelai pipinya yang kissable itu dengan kuku2 cantik saya, lalu berbisik ditelinganya selembut mungkin “We are over. You’re a jerk”. Lalu meninggalkan mereka dengan anggun… 😀

    @n0v4ip

  4. Estiy
    @estiyuliastri

    Aku akan bersikap tenang, dengan mengucap kata-kata manis nan menggoda tapi menusuk, “Hallo ganteng. Kok bisa ketemu disini? Apa kamu gak kangen nikmatin kecantikan aku?” sambil melingkarkan tangan di leher Rizal.
    Kemudian melanjutkan, “Kamu masih betah sama dia? Ya ampun.. kasian amat nasibmu Sayang. Uda busuk, dapet perempuan busuk pula. Serasi banget memang sih.”
    Aku menatap tajam ke kedua makhluk di depanku, sambil mengatakan, “Bersikap lembut dan memberi perhatian, padahal itu nggak lebih dari ilusi romantis, supaya target lebih mudah dimanfaatkan.”
    Lalu kembali menatap Rizal dan kemudian membisikkan ke telinganya dengan tegas, “Terimakasih Sayang. Sebelum benar-benar patah hati, aku tidak menyadari seperti apa aku ingin dicintai. Aku merindukan apapun yang hampir kita miliki dulu,” lalu aku mengusap pipinya dengan lembut, seraya meninggalkan toko perhiasan.

    Lelaki macam Rizal ini pasti akan terhanyut dengan buaian kata-kataku tadi 😀

  5. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Link : https://twitter.com/Sofhy_Haisyah/status/695005859743551488

    “Seandainya kamu adalah Tal, kalimat apa yang akan kamu katakan pada Rizal dan cewek selingkuhannya yang nggak sengaja kamu temui di sebuah toko perhiasan?”

    Aku akan berbicara,

    “Menjadi perhiasan mahal dan tak ternilai itu, harus melalui proses penggosokan yang lama dan rumit. Sama halnya wanita, diberikan proses hidup yang rumit akan membuatnya menjadi wanita yang mahal dan tak ternilai bagi pasangan yang benar-benar pantas menghargainya. Bukan dengan pasangan rendahan yang hanya bisa memiliki minat dan selera perhiasan rendahan pula”

  6. Nama : Sasti
    Twitter : @legitur15
    Email: sastye.malory@gmail.com
    Link: https://twitter.com/legitur15/status/695279992624672768?s=09

    Kalo aku jadi Tal terus ketemu Rizal plus cewek selingkuhan nya. Gak banyak ngomong sih kecuali, mereka yg ngajak ngomong duluan. Kalo omongan mereka pedes, ya.. Aku jawab pedes. Kalo omongannya baik.. Ya aku jawab baik. Yang jelas, di akhir omongan.. Aku pasti ngomong, “Kalian berdua cocok kok. Dia lebih cocok sama kamu daripada aku yang suka main depan”. Tak lupa, pakek senyum semanis gula sakarin.

  7. Nama: Puspa Imanda
    Username twitter: @OephaIm
    E-mail: imandapuspa01@gmail.com Domisili: Tasikmalaya, Jawa Barat.
    Link Share: https://mobile.twitter.com/OephaIm/status/695185165962743808?p=v

    “Seandainya kamu adalah Tal, kalimat apa
    yang akan kamu katakan pada Rizal dan
    cewek selingkuhannya yang nggak sengaja
    kamu temui di sebuah toko perhiasan?”

    Jawaban.

    Aku akan tersenyum menyerigai lalu berjalan mendekati mereka berdua dan berdiri di tengah-tengah mereka. Membuat mereka berdua melihatku, aku akan tersenyum sinis dan mengeluarkan tatapan mematikan lalu menoleh menatap sang wanita.
    “Hati-hati Nona, kau mungkin korban berikutnya setelahku.”
    Tentunya dengan nada sehoror mungkin lalu aku akan kembali berjalan, mencoba mengabaikan mereka.

    ^^

  8. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Link share : https://twitter.com/yutakaNoYuki/status/694874180433477632

    Aku akan pasang muka datar, penuh percaya diri menghampiri mereka dan mengucapkan “Terima kasih … ” tepatnya kepada cewek selingkuhannya itu sambil tersenyum. Gak peduli senyum itu akan terlihat palsu, Terus aku akan melanjutkan ucapanku dengan “Terima kasih karena kamu udah menyelamatkan aku dari kehidupan pernikahan yang akan seperti neraka nantinya, karena menikahi pria yang tidak bisa setia. Oiya, cuma sekedar saran aja sih untuk berhati-hati. Karena orang yang pernah berkhianat pastinya bisa mengulangi perbuatannya lagi berkali-kali” dan sambil tersenyum meremehkan aku akan pergi meninggalkan mereka 😀

  9. Ten | @ten_alten | Yogyakarta

    “Seandainya kamu adalah Tal, kalimat apa yang akan kamu katakan pada Rizal dan cewek selingkuhannya yang nggak sengaja kamu temui di sebuah toko perhiasan?”

    >>
    “Wah, Rizal, lama nggak ketemu, ya? Gimana kabar? Pasti baik-baik dong, ya.” Aku senyum lebar sebahagia mungkin namun tetap sinis. “Oh iya, kamu ke sini sama siapa? Apa dia tunangan baru kamu? Atau malah calon isteri yang baru?” tanyaku nunjuk si cewek WO dan nunjuk ke arah cincin-cincin di etalase.

    Aku nyalamin si cewek dan nggak tahan untuk nggak menyeringai kecil. “Selamat berbahagia, ya. Semoga nggak berakhir diselingkuhin. Selingkuh itu penyakit yang susah sembuh loh.”

    Balik lagi natap Rizal dan nepuk bahunya ringan dan tersenyum manis–walau dalam hati rasanya muak dan pengen nenggelemin dia ke Danau Toba. “Mau kukasih saran cincin yang cocok untuk kalian? Cincin kembar yang akan nyatuin kalian berdua dan mengantisipasi perselingkuhan. Tapi nggak di sini, karena di sini nggak aada borgol. Beli borgol dan buang kuncinya. Nggak akan ada cerita selingkuh dan diselingkuhin, deh.”

    Aku menepuk tangan seakan teringat sesuatu yang penting. “Ah iya, sebenernya aku mau ngasih tau ada WO yang oke. lebih oke dari ‘WO kita’ dulu, Zal,” kataku menekankan kata ‘WO kita’. “Tapi jangan, deh. Nanti kalau kalian kena karma, gimana? Kan jadi nggak lucu tuh. Takutnya, kalau aku ngasih tau WO bagus ke kalian, eh salah satu dari kalian malah kecantol orang WO-nya, gimana? Ahaha…” kataku terkekeh kecil.

    “Aduh, muka kalian gitu amat. Santailah! Aku yang abis diselingkuhin sama tunangan aku–eh ralat, mantan tunangan– aja bisa tetep bahagia gini, kok kalian yang mau nyari cincin malah pucat kayak mayat gitu, hahaha. Udah ah, aku cabut dulu ya, masih ada pekerjaan yang lebih penting daripada chit-chat sama kalian gini. Semoga kalian nggak kena karma, ya. Bye-bye!” kataku melenggang pergi sambil melambaikan sebelah tangan dengan ringan.

  10. Aku sangat kaget bertemu dengan dua orang terakhir yang paling ingin kutemui di muka bumi. Tapi yang namanya Tal, nggak boleh lagi bersedih, nggak boleh kalah. Aku harus bangkit demi harga diri. Kupasang senyum palsu penuh kegembiraan, seakan kedatangan dua pasangan busuk itu memang sudah terencana dengan baik.

    “Hai, Rizal. Hai… Maaf gue lupa siapa nama lo.” sahutku sambil mengetuk-ngetukkan jari di kepala, seperti orang yang sedang berusaha mengingat. Tentu maksudku adalah si bitch itu. Aku tersenyum penuh pesona, kulirik Rizal yang shock atas kedatanganku yang tiba-tiba seperti ikan megap-megap yang loncat dari air. Si cewek hanya tersenyum sopan yang terkesan dipaksakan.

    “Bagaimana kabar wedding organizer lo? Nggak ada korban lagi, kan? Ah maaf, akhir-akhir ini gue lagi suka nonton serial pembunuhan, jadi suka kelepasan ngomong ‘korban’. Maksud gue, klien yang permintaannya nggak lo selesaikan dengan maksimal.”

    Kembali aku menebar senyum untuk meningkatkan kepercayaan diri meski agak keki, gimana sih kalau kamu yang sedang bertemu mantan calon suamimu dan selingkuhannya? Mungkin wajah cewek itu sudah luka-luka akibat cakaran. Tapi aku mencoba tenang, stay calm and everything’s will be allright.

    “Ah, maaf nih sebelumnya. Gue ada kesibukan mendadak, jadi pembelian perhiasan dari pasangan kontroversial seperti kalian nggak bisa gue layani sendiri sebagai seorang jewelry appraiser sekaligus CEO disini.” Aku menunjuk seorang karyawan andalanku yang wajahnya menarik, tapi nggak lebih menarik daripada aku. Setidaknya dia lebih menarik daripada si bitch ini. “Kalau mau beli lo bisa tanya-tanya ke dia. Tapi hati-hati, ya. Kemarin ada kasus yang lumayan menghebohkan disini. Ada sepasang kekasih yang mau membeli kalung dan dilayani sama karyawan gue yang cantik itu. Nggak disangka, cowoknya mencoba main api, kontan ceweknya ngamuk dan menunjuk-nujuk sales gue dengan amarah superbesar. Kalau gue nggak salah dengar dia ngomong begini. ‘Lo jadi cewek kegatelan banget! Lo tugasnya tuh hanya melayani pembelian customer, bukan malah melayani flirt customer! Lo juga, genit ke cewek kok yang lebih jelek daripada gue?! Kalau lo main mata sama Adrianna Lima gue masih maklum. Cowok brengsek sama cewek penggoda memang lebih cocok bersama untuk menunggu kehancuran mereka. Dan saat itu terjadi, gue sedang minum wine sama cowok gue yang seksinya sebelas duabelas sama Gaspard Ulliel!’ Kemudian cewek itu kabur gitu aja.” Tawaku meledak melihat air muka Rizal yang seperti orang tertangkap basah sedang mencuri mangga.

    “Lo percaya kalimat cewek itu nggak? Kalau gue sih percaya, karena apa yang lo tanam itu juga yang akan lo tuai. Lo menanam kehancuran pada hubungan orang, maka kehancuran itu juga akan menghampiri lo. Tapi kalau Rizal, sih, sepertinya nggak akan macam-macam lagi, kan? Cukup sekali aja dapat lifetime achievement jadi cowok brengsek ya, Rizal sayang. Dan lo, selamat menikmati bekasan ya, dia nggak menyebut nama gue atau cewek lain sama sekali waktu kalian bercinta, kan?”

    Nama: Lala
    Twitter: @fazidaa_
    Link Share: https://mobile.twitter.com/fazidaa_/status/694792076941066240

  11. Nama: Yunita P. Utami
    Twitter: @udonkuma
    Link share: https://twitter.com/udonkuma/status/694454596924608512

    Penasaran sama buku abang satu ini! Pernah baca yang hampir mirip tapi heroine-nya beda, si WO-nya itu sendiri. I Do But I Don’t-ya Cara Lockwood. Jadi penasaran kalo Heronine dari sudut pandang yang lain.

    Oke, udah basa-basinya!

    “Seandainya kamu adalah Tal, kalimat apa yang akan kamu katakan pada Rizal dan cewek selingkuhannya yang nggak sengaja kamu temui di sebuah toko perhiasan?”

    “Hallo Rizal, dateng sama pacar, tunangan, apa selingkuhan? mau beli apa cuma liat-liat aja di sini?” Aku tersenyum simpul dan mendekat ke arah Rizal, “Kalau mau beli mending jangan di sini, mahal, sayang kalau kamu buang-buang uang untuk perhiasan yang nantinya bakal disimpan di laci, dan kamu harus beli berulang-ulang karena penyakit selingkuh-tiada-akhir kamu itu.” ujarku berbisik.

    Setelah itu aku menghampiri sang selingkuhan, wedding organizer yang tidak lebih cantik daripada diriku, “pilih yang paling mahal, jadi kamu nggak bakalan rugi kalau ditinggal selingkuh sama Rizal. Hitung-hitung ongkos make up sama senyum.”

    Dan melenggang pergi meninggalkan dua orang yang mungkin saling pandang tak percaya.

  12. “Seandainya kamu adalah Tal, kalimat apa yang akan kamu katakan pada Rizal dan cewek selingkuhannya yang nggak sengaja kamu temui di sebuah toko perhiasan?”

    “Wah wah wah…. nggak nyangka niy bisa ketemu sama pasangan terhebat abad ini!” Senyum manis (palsu) sambil dengan jelas mandangin kedua pasangan itu dari atas sampai bawah, “Lagi cari cincin ya? Buat tunangan? Atau malah buat pernikahan? Wow! Gerak cepat juga ya kalian! Bagus, bagus!” Tepuk tangan manja. “Ayo silahkan dilihat-lihat, siapa tahu ada yang cocok. Oh, tapi jangan khawatir aku jamin perhiasan di sini bagus-bagus! Kalian tahu kan semua perhiasan yang aku rekomendasiin pasti dijamin cetar membahana!” Ketawa ala syahrini *loh? 😀
    Lalu aku akan mendekati si cewek (brengsek) itu. Berbisik dengan keras, “Tapi kamu harus hati-hati ya. Pegawai di sini cantik-cantik dan mempesona loh. Mereka bersikap lembut dan memberi perhatian, padahal itu nggak lebih dari sekedar ilusi romantis supaya targetnya bisa lebih mudah dimanfaatkan. Jangan sampai calon tunangan kamu itu terpikat sama mereka. Kamu kan sudah susah payah merebutnya dari seseorang dulu, jangan sampai kamu kena karma deh ya!” Menepuk-nepuk bahu cewek itu sambil senyum manis. Lalu aku melenggang pergi setelah sebelumnya mengedipkan mata pada Rizal.

    Nama: Aulia
    Twitter: @nunaalia
    Link share: https://twitter.com/nunaalia/status/694070676924137472

  13. Wah pasti situasi yang ga enak banget deh mengingat Rizal dan Tal kan hampir tunangan. Tapi aku yakin Tal itu tipe cewek dewasa yang kuat dan tegar. Jadi kalo aku jadi tal aku bakal bilang, “Hai, sehat aja kalian? By the Way, congrats ya buat hubungan kalian. Kalo ngelihat kalian ada di sini sih harusnya hubungan kalian langgeng-langgeng aja ya?*senyum licik* “Bagus deh, semoga hubungan kalian tetap langgeng seterusnya. Jangan kaya hubungan gue, Iya kan Rizal? “*Tetap senyum licik* “Ehm, lo berdua cari perhiasan apa, kali aja gue bisa bantu. Lo berdua tau kan gue ahli dalam hal ini.”

  14. Susah buat mengkhayal jadi Tal ,, karna kalau saya pribadi yang ngalami hal seperti itu mungkin saya cuma senyum culas aja:).

    Ini agak bingung sama situasinya bang, si Tal’nya memang lagi kerja ditoko perhiasan terus Rizal mau beli dsitu atau Tal’nya juga lagi mau beli trus jumpa sama Rizal?

    Saya pakai situasi yg Tal’nya juga lagi mau beli di toko perhiasaan saja. Ini mereka udah bertemu 6 mata dan sama-sama senyum canggung. Tal’nya menyapa duluan:
    Tal: “hey…
    Rizal+ pacar: *senyumRagu
    Tal: “sudah lama ya kita gak bertemu, bagaimana bisnis WOmu? tidak ada yang kacau kan *senyumSinis
    Rizal+ pacar: *MukaResah
    Tal: Ahh.. tentu saja tidak ya! kalian sedang mencari apa? Cincin pertunangan? Sebaiknya tidak usah. Eumm.. rizal calon cincin pernikahan kita masih ada dikamu kan?
    Rizal+ pacar: *gelisah :p
    Tal: “sebaiknya itu saja kalian gunakan *evilsmirk .. anggap saja itu hadiah dariku.
    Urusanku disini udah selesai jadi aku pamit duluan ya , aku gak berharap kita akan bertemu lagi, jadi Selamat tinggal *Senyum*PergiKeluartoko
    Rizal+ pacar: *gelisah*SalingMeremastangan.

    End

    Nama: dewi ayu ningsih
    Id twitter: @DewiiaeyuN
    Link share: https://mobile.twitter.com/DewiiaeyuN/status/693639848570310656?p=v
    Email: dewiiayuningsih@gmail.com

Komentar ditutup.