[Blog Tour] Empat Macam Typo ala Josh dan Maisie

img_20160924_081724DI USIA BELIA, masing-masing masih tiga belas dan empat belas waktu itu, Josh dan Maisie dijodohkan oleh kedua keluarga mereka. Kedua kepala keluarga Mallick dan Varma—keluarga terpandang lainnya setelah Vimana—yang bersahabat kariblah yang pertama kali mencetuskan ide pertunangan itu.

Meski awalnya menolak, mereka saling mulai menyukai satu sama lain setelah pengumuman pertunangan pada malam itu. Namun, ‘kesenangan’ itu tidak berlangsung lama, Oma Josh menentang keras keputusan pertunangan itu dengan alasan yang kuat; biarkan anak-anak menentukan jalan mereka masing-masing, itu jauh lebih baik daripada dituntut oleh mereka ketika sudah dewasa nanti karena tak diberikan pilihan sewaktu muda.

Di usia yang terhitung masih muda, pertengahan dua puluh, Josh dan Maisie sudah sukses dalam karier masing-masing meneruskan kejayaan bisnis keluarga. Namun, kedua ayah mereka menginginkan keduanya mengurus acara first anniversary Hotel Cocobolo, bisnis bersama yang berlokasi di Bali. Dengan pembagian tugas Maisie mengurus konsep acara perayaan anniversary hotel dan juga artisan chocolate factory—yang kelak akan memproduksi cokelat mahal dan eksklusif—sementara Josh dengan business plan.

Pada titik inilah drama dimulai. Keduanya terang-terangan (Josh!) saling tertarik satu sama lain, baik secara fisik (Lagi-lagi, Josh!) maupun terkesan karena kemampuan yang mereka tunjukkan di bidang masing-masing. Dan ‘kecelakaan’ yang terjadi pada Josh mengantar mereka pada fase busuk-busuknya, saling tertarik tapi menolak keberadaan satu sama lain.

Ketika mereka diberitahu bahwa persiapan acara anniversary mengalami kendala, keduanya memutuskan untuk terbang ke Bali demi turun tangan membereskan masalah dan terlibat dalam jalannya proses persiapan secara langsung, jika tidak mau kedua ayah mereka kecewa. Tanpa banyak kesulitan, keduanya lalu berangkat untuk menetap di Bali untuk beberapa waktu sampai acara anniversary Hotel Cocobolo tuntas dan tentunya sukses.

Setelah banyak kejadian dan tarik ulur hubungan yang entah apa di antara mereka, Maisie memenangkan pertaruhan dari Josh dan berhak mendapatkan buku Cat In The Hat edisi pertama seharga seribu dollar (bukan masalah besar buat Josh!), cewek itu membatalkan buku seribu dollarnya dan justru berbalik meminta satu hal spesifik dari cowok itu; dirinya. Josh ragu-ragu, tetapi tak disia-siakan olehnya kesempatan emas itu. Mereka lantas memulai hubungan panaz (benar-benar panas sampai pake ‘z’) dan sembunyi-sembunyi dari siapa pun termasuk para staf hotel yang berpotensi melaporkan pada kedua orangtua mereka. Hubungan selepas jam kerja yang hanya sebatas fisik, tanpa melibatkan perasaan. Typo. Jika ada yang mulai melibatkan perasaan di antara mereka, maka orang itu bertanggung jawab memperbaiki sendiri kesalahan yang dirinya perbuat.

Typo terbagi menjadi beberapa bagian yang seakan menjadi pembatas tiap fase yang dijalani Mai dan Josh, yaitu ada Typo Pertama (Kamu dan Aku Pernah Bertunangan), Kedua (Kamu dan Aku Bermain Api), Ketiga (Kamu dan Aku Mulai Serakah), dan Keempat (Kamu dan Aku Ingkar Janji) yang masing-masing dilengkapi kutipan dari karya-karya Carina St. Tropez. Bahkan, padahalaman belakang disertakan catutan dari laman Wikipedia Carina St. Tropez yang menguatkan keberadaan penulis fiktif favorit Mai ini. Dan, terutama pada Typo Kedua dan Ketiga, adegan panasnya benar-benar panaz dan sukses bikin gelisah. *senyum malu-malu*

Namun, seperti judulnya, kekurangan pada buku ini terletak pada kesalahan cetak. Diantaranya adalah:

  • “Kota itu memiliki taman bermain bernama Herseypark seluas 45 hektar, terdiri atas 70 puluh atraksi dan juga kebun binatang bernama ZooAmerica.” — 108
  • “Dia fashion blogger terkenal. Berkat dia, gue sering banget setengah memaksa gue datang ke acara-acara macam fashion week itu.” — 163
  • “Tapi yang juga perlu lo sadari, Josh, ketertarikan fisik itu tak ubahnya seperti rasa kebas di mulut yang disebabkan oleh suntikan obat bius dokter gigi. Saat ini, memang hanya itu saja yang akan kau rasakan, tapi percayalah… soon, it’ll be over.” — 267
  • “Mirai, seperti biasa, mengajak cowok itu bicara empat mata supaya bisa dikasih limpahan nasihat.” — 454 (yang ini mungkin bukan typo, tapi kalimatnya ambigu karena satu kata itu)

    img_20160924_080430

    kebiasaanku ternyata sama seperti Maisie, membubuhkan post-it kuning untuk Typo di buku :’)

Selain ukurannya yang sedikit lebih besar dari serial #JBoyfriendHawtlist lainnya, novel dengan tebal 463 halaman ini sesungguhnya tidak menyuguhkan hal yang benar-benar baru dari Abang Christian Simamora. Hubungan tarik ulur antara sepasang orang dewasa yang dilingkupi kesusesan, yang salah satu atau keduanya memiliki sahabat karib yang sangat-sangat keren. Josh Mallick sebagai CFO Mallick Finance Group, Maisie Varma yang juga meneruskan bisnis keluarga di bidang pangan (aku melewatkan detail yang ini), Duchess Balakrishna, sahabat karib Mai yang sukses dengan blog pribadinya whatwillduchesswear, vlog di Youtube, dan juga line pakaiannya sendiri. Namun, selalu saja kesuksesan semua tokoh di buku-bukunya Abang membuat iri pembaca.

img_20160924_075442

Masih kurang Come On Over, nih. Ada yang mau ngasih? Ehehe Gambar: dokumentasi pribadi.

Menurut pendapat pribadiku, tokoh-tokoh wanita di buku Abang belakangan semakin berani menunjukkan apa yang mereka mau dalam hal ketertarikan fisik. Dari dua buku terakhir saja misalnya Reina mengundang Jao ke hotel untuk melunasi hutang perusahaan ayahnya, meski tetap saja ini dipicu karena omongan ‘bercanda’ si cowok (Baca: Marry Now, Sorry Latter). Dan Tal yang menawarkan tiger arrangement pada Jai yang mana mereka akan bercinta—yang niatnya hanya one night stand tapi malah ends up jadi berkali-kali—demi kepentingan menguras tubuh dan pikirannya dari sisa-sia mantan pacarnya (Baca: Tiger On My Bed). Namun, Maisie Varma ini terasa untuh sebagai wanita, dia menyukai barang-barang mewah dan berkelas (tapi tak mau tampil menonjol dengan itu), tergila-gila pada musik dan sesuatu yang khas dari daerah tertentu (kali ini lagu-lagu dan apa pun yang berhubungan dengan Prancis), memfavoritkan satu hal tertentu (cocktail kesukaan Maisie: Sex On The Beach!), tetapi dia memiliki sisi hopeless romantic yang terang benderang: dia sangat tergila-gila pada penulis Carina St. Tropez. Demi menguatkan kecintaan Maisie pada St. Tropez, Abang bahkan beberapa kali merepetisi pembukaan bab dengan menyuguhkan kutipan-kutipan dari si penulis itu.img_20160924_081636

Oh iya, beberapa orang yang ada di buku sebelumnya juga hadir di Typo meski hanya sepintas, di antaranya ada Tere (Good Fight), Devika (Guilty Pleasure), Cindy Tan (With You), Lalique (Marry Now, Sorry Later), Eleksia Pakis (Marry Now Sorry Latter juga), Jao Lee dengan Yobiyo-nya (masih Marry Now, Sorry Latter), dan Leonardo Vimana (yang ini sedikit nggak yakin antara muncul di As Seen On TV atau All You Can Eat). Jadi berharap kisah cinta barunya Lalique bersama Lonardo Vimana dan Anastasia si Uzbek diceritakan di buku barunya Abang, atau ceritanya Duchess—atau abangnya yang pebisnis suses di luar negeri itu—juga boleh.

TYPO

Christian Simamora

Novel Dewasa

 

Penulis: Christian Simamora07

Editor: Alit Tisna Palupi

Desainer Sampul: Dwi Anissa Anindhika

Layout: Gita Mariana

Paperdoll: Mailoor

ISBN 978-602-70362-7-7

Book Trailer: https://youtu.be/p-EvJw6NDak

Tagline:

Kita adalah janji yang ditakdirkan untuk diingkari. 

KETIKA TUHAN TAK MERENCANAKAN

LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK BERJODOH,

PARA ORANGTUA AKAN TURUN TANGAN

UNTUK MENYATUKAN MEREKA.

Di usianya yang keempat belas tahun, Maisie Varma dijodohkan dengan Josh Mallick oleh kedua ayah mereka. Meskipun sama-sama tak suka dengan keputusan sepihak itu, Mai dan Josh memilih untuk belajar beradaptasi dengan satu sama lain ketimbang membangun nyali untuk menentangnya.

Tapi kemudian, di malam pergantian tahun, Oma Josh yang baru mendengar tentang perjodohan itu langsung protes keras. Bukan itu saja, beliau memaksa para ayah untuk membatalkan pertunangan malam itu juga. Semuanya pun kembali seperti semula—kecuali bagi Mai. Dia sungguh-sungguh tak menyangka, status tunangan Josh selama beberapa hari membuatnya jatuh cinta untuk kali pertama.

Novel #jboyfriend kali ini merupakan kronologis cinta putri satu-satunya keluarga Varma. Tentang gelenyar yang membungkus perasaan Mai dalam bahagia, juga tentang hal-hal manis yang membuat pipinya sering merona merah.

Novel ini juga akan bercerita banyak tentang anak bungsu keluarga Mallick. Si mantan tunangan yang bertanggung jawab membuat Mai jatuh hati sekali lagi, juga yang mengingatkannya bahwa perasaan itu tak lebih dari sekadar typo. Kesalahan hati yang harus Mai koreksi.

Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA

 

14

Oktabri – #TYPOHUNTING: DONE, DONE, and nope.

Karena novel #jboyfriend kali ini berlatar belakang industri cokelat. Sebuah perusahaan cokelat merilis iklan dengan model balita untuk mempromosikan cokelat beralkoholnya. Dan seperti biasa, para host ditantang untuk melakukan photo challenge. Photo challenge kali ini adalah host berfoto bersama novel TYPO sambil bergaya semirip mungkin dengan salah satu balita diiklan tersebut.

img_20160924_11540413

Iklan

17 pemikiran pada “[Blog Tour] Empat Macam Typo ala Josh dan Maisie

  1. Jujur aja aku masih agak nggak ngudeng sama ke empat macam typo ini, karena pikirannya typo itu masih tentang kesalahan dalam penulisan hehehe… makanya jadi kepo banget pengin tau lebih jauh arti typo dalam novel ini.

  2. Kita adalah janji yang ditakdirkan untuk diingkari. Menarik banget kalimatnya. Ingkar janji karena takdir maunya begitu. Aku jadi penasran apa ada hal lain semacam ingkar janji krn Tuhan nggak mau janji itu ditepati di muka bumi ini

  3. reviewnya bagus banget atuh, beneran menggugah aku untuk baca novel ini hihi. Duh banyak karya bang Ino ya jadi pengen punya, Jadi gimana kisah Josh dan Mai selanjutnya? huaaaa

  4. “Jika ada yang mulai melibatkan perasaan di antara mereka, maka orang itu bertanggung jawab memperbaiki sendiri kesalahan yang dirinya perbuat.”
    Saya suka dengan kalimat dia atas. Rasa penasaran akan kenapa judulnya TYPO, jadi sedikit terobati.

    Ehiya, saya juga suka dengan tagline novel ini “Kita adalah janji yang ditakdirkan untuk diingkari”.
    Rasanya nendang banget.

  5. Review-nya detail banget sampe naikin kadar kepo berlipat-lipat. Apalagi saat kamu nyantumin kesalahan-kesalahan kecil dari novel tersebut. Pengen ngecek sendiri, haha.

  6. Wah…kamu benar2 fans karya-nya Bang Ino ya…sampai hapal tokoh2nya muncul di buku mana saja. Sayang Come on Over aku juga cuman minjam, kalau tidak udah kukasih ke kamu…hehe

  7. Judulnya itu lho unik. Kenapa Typo dan kira-kira ada filosofinya nggak, ya?
    Kayaknya dari beberapa resensi yang aku baca baru di sini yang membahas alasan Oma Josh menolak pertunangan. Keren Oma.

  8. Makin penasaran dengan novel karya bang Ino. Cerita tentang #Jboyfriend kadang dalam pemikiran saya identik dengan cowok tipe badboys. Tapi disini diceritakan Maisie-lah yg lebih berani menunjukkan apa maunya. Tak apa-apa sih,secara sekarang juga udah era emansipasi,jadi tak melulu harus pria yg maju duluan. Salut dengan usaha Maisie dan Josh dalam mewujudkan angan mereka padahal dibarengi juga dengan konflik kepentingan keluarganya masing-masing yg harus dijaga.

  9. Baru tau alasan oma Josh membatalkan pertunangan mereka.

    Ini bener-bener panasss ya sampe-sampe pake Z, saking panazzznya gitu, hehehe 😀

    Berarti semua perempuan di novel bang Ino kayak macan ya, wkwkwk :p

    *jadi kalo baca novel ini selain diruangan ber-AC, minumannya es, jangan lupa kepalanya juga dikompres pake es batu, kalo perlu pas ujan-ujan biar ga kepanasan 😀 😀 😀

  10. Ciri khas Bang Ino yaitu… nyerempet vulgar sama biasanya banyak banget kalimat bahasa inggris. Saya tambah penasaran dengan adegan hot itu. Naluri pria, hehehe 🙂

Komentar ditutup.