[Blog Tour – Resensi] Lalu Dia pun Tersenyum

Lalu Dia pun Tersenyum

oleh Oktabri Erwandra

blog tour then she smiles - resensi

Lui411Mimpi itu datang lagi di malam pertama kepindahannya ke rumah baru. Namun, saat itulah Hexa melihat sosok gadis di balkon rumah sebelah yang bersisian langsung dengan balkon kamarnya sendiri. Cantik, mirip Louise Bourgoin. (hal.9)

Mereka bertemu kembali keesokan harinya saat Riou menjatuhkan barang-barang pribadi milikHexa di depan rumahnya. Gadis itu menginjak foto tua kesayangannya dan sebelum sempat mereka berkenalan, gadis itu terpaksa meninggalkannya karena seseorang yang meneriakkan namanya. Ayah tirinya. (hal.13)

Lui410

Pertemuan selanjutnya kembali terjadi di sebuah taman, saat Hexa dan timnya selesai melakukan pemotretan untuk agensi iklannya. Hexa dengan Nixon D3X, memotret Alena yang sedang dalam posisi jongkok yang berlebihan, berusaha memotret sesuatu dengan Polaroid PiC 3000 miliknya. Mereka berkenalan, dan Hexa menyadari ada sesuatu yang ganjil dengan gadis itu. Sesuatu yang membuatnya tidak tahan untuk berada dekat-dekat dengannya. (hal.20)

 

Tiga sesi pertemuan di awal yang sarat dengan kesan kebetulan, justru sebenarnya menguak sedikit masalah-masalah yang kelak akan ditemukan pembaca di halaman-halaman berikutnya. Hexa dan Alena berusaha saling mengenal karena memiliki kecintaan yang sama pada fotografi. Bedanya, Hexa berprofesi sebagai fotografer profesional yang banyak mengandalkan produk digital. Sementara Alena begitu mencintai fotografi instan yang dikenalkan oleh seseorang dari masa lalunya. Hal itu menggelitik Hexa untuk coba menjajal kemampuannya di bidang fotografi instan, dan bersama Alena dirinya pun memboyong Instax90 untuk dirinya sendiri.Lui419

Perlahan tapi pasti, hubungan keduanya yang dijalin melalui fotografi instan pun berkembang ke satu arah yang pasti. Sesuai permintaan Hexa, Alena coba membuka dirinya dan yakin jika lelaki itu akan lari setelah mengetahui apa saja yang telah dialaminya selama ini di rumah. Sisi gelap paling rapuh dari dirinya. Namun, ternyata yang terjadi justru jauh dari bayangan Alena, Hexa semakin ingin melindunginya, demi seseorang di masa lalu yang terus menghantui malam-malamnya melalui mimpi buruk yang sama.

โ€œGue cuma mau bilang… hidup nggak mudah buat siapa pun. Dan lo nggak pelu selalu pura-pura terlihat bahagia dan baik-baik aja. Sometimes, itโ€™s okay not to be okay. Gue emang nggak tahu himana perasaan lo, tapi gue sama sekali nggak bermaksud ngeremehin masalah lo.โ€ (hal. 89)

Pada karya Makna Sinatria ini, semuanya disajikan dalam porsi yang pas dan cukup mendetail. Hal ini mendukung tema yang diangkat, yang memang berpotensi menyeret pembaca untuk ikut merasakan apa yang diderita Hexa dan Alena. Namun, hal itu menjadikan ceritanya terkesan dragging dan alur menjadi cenderung lambat. Dan yang cukup mengherankan setelah menamatkan bukunya ialah, sampul depan yang cenderung cerah dan ceria, berkebalikan dengan isi buku meski gambar kamera cukup mewakilkan cerita.

C6tleaPUwAAsUz8Kabar baiknya adalah fotografi tidak sekadar menjadi bagian dari sampul, profesi, dan juga hobi dari tokoh yang terkesan sekadar tempelan saja. Cukup banyak deskripsi dan adegan Hexa dan Alena membicarakan bagian tersebut, terutama fotografi instan. Konflik besarnya mengenai kekerasan dalam rumah tangga pun cukup menyentil nalar meski tidak pernah bisa diterima oleh akal sehat. Bila rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali justru menjadi alasan yang tepat untuk pergi lagi, tentu ada yang salah di dalamnya.

Secara garis besar, buku ini cukup baik dan menyenangkan untuk dibaca. Sangat menyarankan Then She Smiles ini bagi pembaca yang menyukai perasaannya terseret-seret alias baper oleh kisah yang kelam.

Then She Smiles-500x500Judul Buku: Then She Smiles

Penulis: Makna Sinatria

Penerbit: Penerbut Haru

Tahun Terbit: Januari, 2017

Tebal: 240 halaman

ISBN: 978-602-6383-10-5

Harga: Rp59.000 (Rp50.150 di OwlBookStore)

Iklan

7 pemikiran pada “[Blog Tour – Resensi] Lalu Dia pun Tersenyum

  1. tema yang diangkat seperti yang kita lihat dikehidupan sehari-hari, dilingkungan sekitar. namun karena dikaitkan dengan fotografi dan cara-cara pertemuan mereka yang kebetulan namun berakhir menjadi hal yang berkesan membuat cerita ini menarik untuk ditelusuri lebih jauh lagi.
    dan masih saja saya sangat tertarik akan ilustrasi yang dibuatnya.

  2. โ€œGue cuma mau bilangโ€ฆ hidup nggak mudah buat siapa pun. Dan lo nggak pelu selalu pura-pura terlihat bahagia dan baik-baik aja. Sometimes, itโ€™s okay not to be okay. Gue emang nggak tahu himana perasaan lo, tapi gue sama sekali nggak bermaksud ngeremehin masalah lo.โ€ (hal. 89)

    Yaaahh sometimes its okay not to be okay, bisa dilakuin didepan orang yg bener2 dipercaya

Komentar ditutup.